Label

Blog ini berisi mwteri pelajaran Bahasa Indonesia, Artikel di bidang Linguistik dan Sastra Indonesia, Problematika Dunia Pengajaran Sastra Indonesia dan masih banyak lagi

Senin, 23 November 2009

Menentukan nilai-nilai dalam cerpen yang dibacakan

            Cerpen adalah cerita pendek yang ceritanya habis dibaca dalam sekali duduk. Berbagai nilai yang ada dalam sebuah cerita/ cerpen adalah nilai moral, religi, budaya, sosial, dll. Nilai dalam sebuah cerpen disajikan aleh penulis dalam 2 bentuk, yaitu:

1.      Langsung

Pengarang secara eksplisit atau langsung / nyata memberikan nasehat / amanat dalam cerita tersebut.

2.      Tak langsung

Pengarang menyajikan secara implisit yaitu bisa melalui konflik, watak tokoh, alur, dsb. Jadi, penulis tidak secara langsung member / menuliskan amanat pada cerpen tersebut.

            Pada pertemuan yang lalu anda telah membahas unsur-unsur intrinsik dalam sebuah cerpen. Salah satu unsur intrinsik tersebut adalah nilai-nilai atau pesan moral yang ingin disampaikan pengarang pada pembaca. Nilai-nilai sebuah cerpen merupakan realisasi dari fungsi cerpen sebagai media pendidikan bagi pembaca. Jadi, selain untuk menghibur, cerpen juga berfungsi untuk mengajari pembaca akan nilai-nilai kehidupan.

            Nilai-nilai kehidupan dalam sebuah cerpen terkadang tidak disampaikan secara langsung oleh pengarang. Oleh sebab itu, untuk memahaminya seorang pembaca harus mengetahui dan memahami cerita dalam karya sastra tersebut secara keseluruhan. Nilai-nilai moral menurut Nurgiyantoro (2002: 320) merupakan bagian dari tema. Dengan kata lain, nilai-nilai moral dapat dikatakan sebagai salah satu tema dari sebuah cerpen. Nilai-nilai moral merupakan bagian dari isi dan berkaitan dengan hal di dalam karya tersebut sehingga diketegirikan dalam unsur intrinsic sebuah karya sastra. Nilai-nilai moral umumnya mencerminkan pendangan hidup pengarang. Pandangan yang dimaksud adalah pandangannya mengenai niali-nilai kebenaran yang ingin disampaikan kepada para pembaca atau penikmat karya sastra tersebut. Menurut Kenny melalui Nurgiyantoro (2002: 321), moral dalam cerita dimaksudkan sebagai suatu saran yang berhubungan dengan ajaran moral tertentu yang bersifat priktis, yang dapat diambil lewat cerita yang bersangkutan oleh pembaca.

            Nilai-nilai dalam sebuah cerpen mengandung pelajaran yang berharga untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari para pembaca atau penikmat sastra. Agar fungsi karya sastra sebagai penghibur dan media pendidikan dapat tercapai, anda harus menemukan nilai-nilai yang terkandung dalam sebuah karya sastra.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar